initially we wanted to invite my friends as well... but since the house is quite a 'petit' (not to forget the many close friends I have hehehe), we decided to invite masandi's friends first... later, Insya Allah, we plan to have another house warming and invite my friends (hopefully it won't be an "out-dated" event hehehe).
there are also reasons why we invited masandi's high school friends.
first was because we wanted to get to know Dwi's newly bride-Melly. they're among the many who got married on 07-07-07 (actually we could meet her on their ngunduh mantu-celebration end of this week, but then why wait? hehehe).
second of all, Tatang and Devy are in town (they're now living and working in Qatar)... last time we met them was on our wedding. they'll fly back to Doha end of the month... and it's not like we could meet them any time.
as for Denny, though he doesn't have any event to celebrate, nor living outside the country (nor outside jakarta), we barely meet him...
so, since the 4 buddies were in town, why not gather them... too bad, two other friends, Agen and Ola, couldn't come.
I didn't plan to cook anything... instead, we wanted to buy some ready made food. in fact, since the invitation was at 4 pm, we planned to serve snacks like pizza or mpek-mpek (how different!!! hehehe).
but the night before, I called my mom and told her about the plan... she only said "but you don't have the plates or any dishes to serve the food... we'll come by tomorrow and bring some plates"
there you go... saturday morning my folks came and brought some dishware (glad that my mom's a collector... I don't have to spend money for those stuff... hehehe).
just as we were planning what food to buy, the grocery-guy (I couldn't find the right phrase for tukang sayur-a person who rove around the neighborhood selling groceries) pass our house.
my mom, driven by the impulse as a 'cook', rushed outside as she said "hmmm, I think you need to have at least some cucumber to serve the food".
not long after, she came back inside and said with a smile "why don't I cook for your guests instead? it won't take long... besides, you'll save some money"
me and masandi looked at each other, smiled as we both perfectly were aware of my mom's passion in cooking, and agreed to her idea... at least we won't only save some money, but also made mama happy that she could cook hehehe...
while mama did the cooking, masandi and I went to buy some mpek-mpek (I did help her a bit in chopping, but she's better off doing the cooking herself *the lazy febi's talking* :-p ).
Tatang and Devy were the first to came, around 3.30 pm.
Dwi and Melly around half an hour later.
Denny came last, right after attending his friend's wedding.
me and the ladies shared stories... how Melly first knew Dwi, how's life in Doha, how me and masandi 'strive' during our times apart... things like that...
it's nice to know the ladies (though Melly's a lot younger than me and Devy)... hope we could be as good friends as our husbands are ;-)
~febi~
ps. the pic above was taken in front of the house.
kita berdua tuh jarang dateng 'kondangan' berdua secara kita seringnya jauhan pas ada undangan nikah
tapi giliran bisa dateng bareng, seringnya tuh kok ya adaaaa aja yang 'ga biasa'...
waktu kawinan ntri dan kawinan mas faisal, 2-2nya acara walimahan yang akhwat-ikhwan-nya dipisah2 gitu... buntut2nya kita malah telpon2an di gedung... "disitu ada makanan apa aja?" ... "wah, ada somay ya? disini udah abis"... hahahaha
waktu kawinan lira agak2 nyasar... padahal di kota legenda yang notabene bukan gang kecil yang susah dicari hehehe (tapi akhirnya kita malah jadi jalan2 liat rumah2 bagus hihihihi)
trus tadi malem kawinan ambar kita jadi tamu terakhir qeqeqeqeqeq... kita dateng paaaaas bgt poto2 keluarga (yakin deh, di gedung udah ga ada lagi tamu selain keluarga hehehe)... untungnya masi dapet makanan ;-)
spesial deh buat ambar-tuti... congrats ya... welcome to the new world ahead of you ;-)
Alhamdulillah, we've finally moved to our new house exactly on our 8 month's wedding anniversary, July 11, 2007.
we've planned the day a few weeks ago, when masandi was still in Ahwaz.
some plans had to be changed so we could officially move in on that day, though some parts of the house are still being renovated...
for the day, I had to take two days off hehehe
Insya Allah this new phase of our life will bring more barokah... aamiin
febi~andi
(who are enjoying living in the new crib :-p)
kemaren ceritanya jemput si abang/sang akang/maskuw ke airpoirt...
cabut dari kantor jam 4.30 (sebelum waktunya hehehe), menuju gambir. tadinya mo naek ojek tapi setelah mikir2, gambir kan ga jauh, naek taksi paling abis 15 ribu... sementara klo naek jengki suka ga tega cuma ngasi 10rb... jadinya kan ga beda jauh tuh ama naek taksi (yg TL tapinya ya)...
pilihan pun akhirnya jatuh pada si putih express.
tapi...
yah, biar dikata taksi lebi nyaman, dingin, ga perlu takut jatoh kayak tempo hari, teteeeepppp ada juga kekurangan naek taksi (selain lebih mahal dari jengki tentunyah), yaitu... ga bisa nyelip2 ala jengki, dan pastinya kena macet huhuhuhu
yasudlah, pasrah.
sampe di gambir, sang bis bandara baru aja meluncur. sebenernya masi bisa dikejar sih, dengan sedikit berlari. tapi, karena dirikuw sedang hasrat2nya (pengen pips, maksute), yasud, ngga jadi deh mengejar2 bis kota ;-p
ga lama kemudian makuw sms "Alhamdulillah udah landing, pesawat lagi parkir".
sempet kaget juga... heeee, kok udah nyalain telpon padahal blom keluar pesawat??? ga dapet info apa klo nyalain hape di psawat bisa gawat...
"tapi ini udah parkir, lagi nunggu belalainya terpasang di pesawat"
"tapi kan bisa ganggu navigasi pesawat" *parno*
"navigasi apaan? ini udah parkir. udah ga pake navigasi lagi kaleee"
"kan belalainya belom terpasang... mungkin aja ganggu navigasi si belalai" *parno ga ketulungan*
"hahahahahaha"
akhirnya bis-band (bis bandara, makudnya :p) berangkat... kira2 jam 5.30 pm
jam 6.00 pm baru lewat perempatan pasar baru *meringis*
biar ngga sebel gara2 macet, coba2 baca materi yang tadi didonlod.
ngga ngaruh.
hiiiiiiii sebel banget ama macetnya jakarta.
jam 6.15 pm masuk tol di kemayoran.
jam 6.30 pm masi di tol. "mas, kayaknya bentar lagi nyampe nih... paling telat nyampe jam 7 deh. ini agak merayap di tol"
jam 6.45 pm masuk tol bandara. macet cet cet
jam 7.00 pm masi di tol. ampyuuuunnn deh macetnyaaaa.
jam 7.20 pm akhirnya kuw sampai juga di terminal 2D
si kaos putih udah nunggu. berdiri (capek duduk katanya).
beliau berubah ijo? hihihi... udah mulai sih... abis, nunggu 1.5 jam... ini niat jemput ga siii heheheh
maap ya schatje... salahkan pada macetnya jakarta heheheh :-p
~febi yang gi seneng bgt masnya pul pul :p~
another year passes... today's exactly our 6th year anniversary ;-)
exactly 6 years ago, 11 June 2001 (also a monday), we sat on the bench of Baiturrahman in Simpang Lima-Semarang. that moment, right after Maghrib, we set our pray that we want to start a serious relationship, hoping that we can make things right for both of us...
our last visit to Semarang, we also sat on one of the benches in Baiturrahman. too bad, it wasn't the exact spot as people were already sitting on it hehehe... a really nice moment to remember ;-) *nostalgic moment-mode on* :-p
again, like many of our past anniversaries, we also have to be apart *hiks* (not apart in mind, for sure :p)... but we'll make it through, Insya Allah ;-)
Pengalaman baru lagi nih gue dapetin di negara orang, pengalaman sholat Jum’at di negara yang notabene merupakan negara muslim, IRAN. Ternyata sholat Jum’at di negara ini membawa pengalaman baru yang bisa gue kenang dan bisa gue ceritain buat istri gue yang cantik.
Gue awalnya berpikir bahwa sholat Jum’at di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam bukanlah suatu barang langka, dimanapun kita bisa menemukan tempat orang sholat Jum’at berjama’ah, tapi ternyata tidak di Iran, di Ahwaz khususnya. Di Ahwaz cuma ada satu tempat sholat Jum’at berjama’ah, tempatnya pun bukan di Masjid pada umumnya, tapi di suatu HALL yang besar, mirip tempat kalo kita mau sholat Ied, jadi bisa di bayangin dong yang sholat….buuuaaanyak banget. Dan tempat sholatnya pun di jaga sama tentara…..hmm hebat atau ngeri ya ;). Sebelum masuk ke tempat sholat aja ada perlakuan khusus buat jama’ah nya, setiap jama’ah harus melewati pemeriksaan tentara, jadi seperti pemeriksaan kalo kita di bandara, untung aja gue ga bawa Victorinox hadiah si cantik, kalo gue bawa kan bisa panjang ceritanya ;)
Tata cara sholatnya pun sedikit berbeda dengan sholat yang umum di lakukan orang Indonesia, mungkin karena kebanyakan dari mereka dari golongan Syiah, tapi gue bertiga (semua orang Indonesia) tetap melakukan tata cara yang biasa kita lakukan, mungkin terlihat aneh di antara sekian banyak jama’ah *dari awal juga terlihat aneh, lha wong tampangnya ga ada yang mirip orang arab*…..hehehehe. Ini pengalaman sholat Jum’at ke-empat gue di negeri yang berbeda, Di Wageningen-Belanda dan Abu Dhabi-UAE, tata cara sholatnya seperti tata cara yang biasa dilakukan di Indonesia, Di Peine-Jerman, gue sholat di komunitas Turki, walaupun tata caranya sama, namun ada beberapa tindakan yang agak lucu menurut gue….hehehehe, dan yang baru aja gue alamin, ya di Ahwaz-Iran ini, dan ini yang paling berbeda tata caranya….dari semua pengalaman itu gue tetap melakukan tata cara yang gue yakini….tata cara yang umum di Indonesia. Mungkin semuanya memiliki dasarnya masing-masing, kita ga perlu terlalu mempermasalahkan siapa yang benar siapa yang salah….tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengembalikan semua nya kepada Dzat yang Maha Sempurna….bukan begitu?
Tujuan kali ini adalah Iran, First stop kali ini adalah Dubai, yang dilanjutkan dengan flight ke KISH ISLAND, pulau yang merupakan bagian dari Iran tapi merupakan kawasan wisata yang Visa-Free (baru tau pas sampe di sana…hehehe). Di pulau ini rencananya Visa Iran baru di bikin. Sampe di Dubai, gue bingung, sebenarnya gue butuh visa ga sih untuk ke KISH ISLAND ini. Gue nanya orang yang ngurusin tiket ke Kish aja, dia ga tau butuh visa atau ngga, jadilah gue makin bingung, tapi gue nanya manager gue, dan leganya dia bilang ga butuh. Nah pas pengen boarding pindah ke terminal 2, gue bingung lagi, soalnya orang di Dubai (yang ngurusin boarding pass) malah nanya punya Visa Kish ngga?....nah lo makin bingung aja gue, yang benernya gimana sih….jadi khawatir gue, tapi gue bilang aja ga punya, dan dengan yakinnya gue bilang aja ‘bukannya ga butuh visa ke kalo mau ke Kish…’ (hahahaha….sok pede aja), akhirnya dia nelpon kesana kemari….dan emang akhirnya kalo mau ke Kish ga perlu Visa..;)), tapi terus terang gue masih khawatir tuh, jangan-jangan pas sampe di Kish emang perlu Visa dan gue ga punya….kan bisa di deportasi gue…..hehehe.
Jadilah gue pergi ke Terminal 2 Dubai Airport, gileee…ternyata Terminal 1 sama Terminal 2 di Dubai Airport beda banget, gue pikir bakalan sama bagusnya dan sama gedenya, ternyata Terminal 2 kecil banget, suram dan sedikit kumuh kalo menurut gue, mungkin karena terminal 2 ini di peruntukan buat flight-flight jarak pendek kali ya, seperti ke Kish, Kabul, mana lagi ya…nah sekarang waktunya boarding pesawat ke Kish, setelah liat pesawatnya gue jadi ngeri sendiri….ini pesawatnya masih layak operasi atau ngga ya….gile masih pake FOKKER 50 (seumur-umur belum pernah naik pesawat kayak gini) mana yang naek pesawat ini orangnya gede-gede lagi, dan pas didalam pesawat gue liat kok tempat duduk gue udah ada yang nempatin…..pasti dong gue nanya nomer tempat duduk tuh orang berapa kali aja dia salah….eh dengan entengnya dia bilang ‘no number’….hah, bingung deh gue busyet deh percuma banget di tulis nomer tempat duduk di boarding pass, ternyata duduknya bebas, kayak naek bis aja ya…hehehe. Pesawatnya kecil banget, masih pake baling-baling pulak….pokoknya gue banyak doa aja deh semoga di beri keselamatan sampe tujuan. Tapi walaupun kecil, ini pesawat tetep punya pramugari lho, 2 orang pulak…tapi sayangnya pramugari nya ga ada sopan santunnya, ga ramah sama sekali….judes deh pokoknya. Flight Dubai – KISH di tempuh sekitar 40 menit.
Alhamdulillah akhirnya mendarat juga dengan selamat di KISH ISLAND, pas gue liat sekelilingnya….buset gersang amat nih pulau, tapi ucapan selamat datangnya boleh lah….tulisannya ‘Welcome to Beautiful Kish Island’ (dalam hati sih mikir juga, masa sih begini di bilang beautiful…hehehe). Pas turun dari pesawat, langsung gue tersentak, gileeee…..panas banget, mungkin sampe 47 derajat celcius kali ya (inilah suhu terpanas yang gue rasa). Gue buru-buru deh masuk terminal kedatangan biar adem, ternyata terminalnya bagus juga ga kayak luarnya. Nah sebelum masuk pemeriksaan imigrasi, khusus para kaum hawa ada perlakuan istimewa, mereka harus berpakaian tertutup dan berkerudung dulu baru bisa masuk ke pemeriksaan imigrasi, di gate nya sih udah di sediain baju muslim+kerudungnya….hehehe lumayan juga tuh buat oleh-oleh dari Iran ;). Pas sampe di bagian pemeriksaan Imigrasi gue ngeliat tulisan kalo Kish Island ini Visa-Free buat 14 hari…..Alhamdulillah jadi tenang deh gue.
Keluar bagian imigrasi, gue nyari-nyari orang yang bakalan jemput gue, biasanya kan kalo pengen jemput orang yang ga dikenal itu bawa-bawa papan nama, setelah gue perhatiin sekeliling, kok ga ada yang bawa papan nama ya….apa gue ga jadi di jemput ya…baru aja pengen nelpon manager gue, eh ada yang nyamperin….ternyata ada yang jemput….hehehe. Kebetulan saat itu ada orang Indonesia lain yang sama-sama di jemput juga, sama perusahaannya tapi beda divisi, padahal kita udah sama-sama pas dari Dubai-nya, tapi masing-masing kita mikirnya ini orang Indonesia atau orang Philipino ya, soalnya 2 negara ini orang-orangnya identik.....hehehe
Selama nunggu proses Visa Iran, sampe sekarang gue tinggal di staff house nya casing crew, bosen juga sih di mess doang setiap hari ga ada yang dikerjain pulak, mau keluar jalan-jalan juga kurang kerjaan banget….panas-panas gini, mana di mess ini gue bakalan sampe 5 hari lagi…akhirnya gue cari-cari informasi gimana bisa online internet, soalnya di mess ini ga ada fasilitas internet. Akhirnya semalam gue pergi deh keluar sama temen gue yang orang Indonesia juga, nuker uang, nyari kartu telpon+voucher internet, sekalian belanja makanan. Pas keluar dari mess, gile ternyata malamnya pun panas banget, pokoknya ga siang ga malam udaranya ga ada yang enak, udara yang enak ya di dalam rumah…hehehe….dan ternyata kata teman gue, ini belum seberapa panasnya, ntar bulan Juli-Agustus akan lebih panas lagi….hah ga bisa bayangin deh gimana rasanya.
Ternyata pulau ini bagus juga kok, bangunannya bagus, ada shopping centre yang gede dan mewah, kayaknya ke depannya akan berkembang kayak Dubai. Di pulau ini ada 2 taksi, yang satu warnanya kuning, yang satunya lagi warnanya putih…..mau tau bedanya? Kalo yang kuning ini taksi murah, bayarnya per-orang. 2000 riyal/orang (1 riyal = 1 rupiah) kemana pun tujuannya, tapi taksi ini bukan taksi kayak di Indonesia yang cuma kita penumpangnya, dia bisa naekin penumpang lain di tengah jalan, mungkin sama kayak angkot kali ya….kalo yang taksi putih, sama dengan fungsi taksi kebanyakan, ga berhenti di tengah jalan naekin penumpang lain, tapi taksi ini aneh, dia hitungannya berdasarkan pemberhentian, jadi kalo sekali perberhentian kita kena charge 10000 riyal, terus misalnya kita berdua pergi dengan teman kita, terus teman kita berhenti di tempat yang ga sama dengan kita, taksi ini akan kasih charge ke kita 20000 riyal…..hahahaha taksi yang aneh…..
Jadi begitulah perjalanan gue di KISH ISLAND, sekarang tinggal nunggu aja nih kapan Visa Iran gue jadi dan gue bisa keluar dari pulau ini…..
